Blog Archives

Soeman H.S , Episentrum Komunitas?

Tahun 2009 ketika menginjakkan kaki di kota ini , tidak terlepas ingatan akan bangunan yang entah saya pun lupa ingat apakah sudah berdiri tegak atau sedang tahap pencantikan. Gedung itu unik , megah dan tentunya kenapa bentuknya BUKU? Nama gedung itu pun tidak menjadi perhatian untuk diingat oleh sepersekian jumlah sel otak saya.

Tapi siapa sangka tahun 2012 kemaren saya bisa masuk ke gedung nan megah itu , dan rupanya memang benar dugaan saya waktu itu kalo gedung itu ya gedung perpustakaan. Tapi sayapun pertama kali menginjakkan kaki digedung itu bukan untuk menjadi pengunjung perpustakaan tapi memainkan musik menjadi pengamen penghibur para wartawan yang sedang berkumpul di media center utama PON RIAU.

Tapi menjadi pengamen di acara itu menjadikan saya tahu betul seluk-beluk gedung 4 lantai itu dan terus terang saya takjub akan gedung dengan julukan Perpustakaan Wilayah Soeman H.S. Bagaimana tidak tertakjubkan , karena disitu juga saya melihat rupanya selama ini stigma saya tentang sebuah perpustakaan itu porak poranda seketika , dimana perpustakaan bisa menawarkan taman bermain edukasi dari kelompok umur paling kecil sampai kebutuhan edukasi tingkat lanjut bagi mahasiswa dan bahkan bapak ibu kita yang sekedar membaca koran atau resep masakan mungkin.

Arsitektur megah dan kaya ruangan dengan sinar matahari bebas menembus cahaya menerangi seluruh ruangan , dari mulai conference room dengan kapasitas besar , meeting kecil , lobi nyaman dan tentunya dulu sempat ada kedai kopi di teras perpustakaan. Bayangkan bagaimana kita dibuat dan memaksa diri untuk membiuskan dalam sebuah dinasti baru simbol edukasi pekanbaru. Dan , Gedung Soeman H.S Berhasil dengan Pencitraan Simbol Dan pendobrak Pustaka tidak sama dengan kutu buku dan terkesan formal. Read the rest of this entry

Advertisements