Blog Archives

Rindu Juga Bisa Memilih

Sebuah perjalanan drama telah dimulai ketika seorang pujangga dan pemuja wanitanya datang terbang dari pulau tempatnya terasingkan oleh wanita pujaanya dengan bekal merindu yang entah berapa periuk yang mampu menunggu dan menampung rasa rindunya. Dia terus berharap di ruang tunggu sebuah bandara dengan harapan dia telah ada di kota tempat wanita pujaanya berada…

Laju mobil di pagi hari ditengah gerimis hujan telah ia terjangkan dengan balutan asap rokok yang tak berhenti sambung-menyambung menahan detak jantungnya ingin segera bertemu dengan pujaan hatinya..sesaat pula hampir tertinggal oleh pesawat karena ketidaktenanganya menghalau rindu..namun kursi kabin itu yang menenangkan dan melelapkanya karena semalam terjaga tak ingin terlewat waktu segera menuju…
Sampailah dikota tempat burung besi itu beristirahat dan dengan waktu yang masih tertempuh 3 jam semakin membuat perasaan rindunya membuncah entah kemana dengan tas ransel besar berisi semua kerinduanya yang ingin segera ia inginkan untuk tumpah dalam pelukan hangat wanita pujaanya…

Semua terpijakkan dalam tanah basah yang tercium aroma segarnya menyambut hujan rintik mengiringi langkah kaki dan ransel besarnya, tak sabar segera bertemu ia pun melajukan badanya dalam tumpangan tukang ojek yang menyelip dengan lihai membelah jalanan…
Read the rest of this entry