Dimana Bumimu Sekarang? Pekanbaru!!

gelap terang

Ungkapan yang evergreen terdengar oleh para pejuang rantau atau perantau “Dimana Bumi Dipijak , Di situ langit Dijunjung”. Sudah dua tahun lamanya berada di pekanbaru , rumbai tepatnya hanya beberapa saat saja menyeberang jembatan leighton untuk sampai di kecamatan ini.

Sambutan agak unik akan diterima ketika masuk rumbai  , apalagi kalau bukan jalan yang entah kapan bisa mulus seperti jalan beraspal pada umumnya karena kontur tanah rawa yang menggerus aspal itu sendiri. Namun ini tidak sedang bercerita mengenai rumbai dan segala ceritanya namun bercerita tentang sebuah cek list terakhir beberapa bulan lalu yang telah dimulai dan sebagai pertanda bahwa persiapan untuk meninggalkan kota ini harus segera serius dimulai.

Akademi Berbagi , Jujur hanya selintas saja mendengar nama ini dan m

emang di lini masa dan dunia maya saya agak akrab sampai akhirnya di warung makan jalan sudirman pekanbaru , biasa kami menyebutnya “JONI” lahirlah “Janji JONI” yang kemudian masuk ke dalamnya adalah Menarik Akademi Berbagi ke Pekanbaru – AKBER PEKANBARU.

Kami cuma beberapa orang saja karena memang gerakan sosial pasti akan mengundang minat dan secara defaultnya akan mengundang kemalasan juga ketika kita bicaranya adalah bahasa langitan yang tanpa tahu bagaimana cara groundingnya , untuk saya lulusan elektro jadi tahu sedikit ilmu grounding *garing ga nyambung*. Mulai dari kami berdua mengajak dan melempar issue untuk akademi berbagi ini ke sebut saja biasa saya memanggil Hesti dan Atik dan tentunya bang fiko yang kami undang sebagai orang pekanbaru yang memang disepuhkan *Hormat senior*.

Obrolan pun sempat menghangat dan sampai akhirnya bang fiko dengan sangat santun dan realistis dengan kesibukan tidak bisa terlibat langsung dalam tim relawan ini , tapi itulah indahnya membangun komunitas baru dan kita pun sangat sadar bahwa tidak ada yang mesti

diketergantungkan. Sampai akhirnya kita pun memutuskan Akademi berbagi pekanbaru bisa segera kita mulai dan realisasi

Gayung bersambut dan akhirnya tanggal 28 September 2013  , Akademi Berbagi Pekanbaru menghadirkan kelas perdananya. Cerita Singkat ini adalah awal untuk berbuat sesuatu yang nyata tentang pekanbaru sesuai dengan judul tulisan diatas. Saya Bukan orang asli pekanbaru , saya orang mojokert , lama kuliah di malang dan saya pun tidak sampai segini amat sama kota kelahiran saya tapi entahlah…Pekanbaru , Bumi sekarang yang kupijak dan ketika ada kesempatan berbuat dan menorehkan jejak , Akademi Berbagi Pekanbaru !

Advertisements

About Peninta Dot Com

Belajar untuk menuliskan dengan benar-benar menuliskanya

Posted on October 2, 2013, in catatan Perjalan. Bookmark the permalink. 1 Comment.

  1. ehm…doing something before leaving…that’s all we can do, right?
    *balada orang luar yang dijadikan bahan oleh mr. akamsi untuk menampar orang lokal*

    *btw, ibu kepsek nanti protes kalo baca namanya nggak pake ‘i’ tapi pake ‘y’ :p

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: