Emha Ainun Najib

Bandara juanda , entah tanggal berapa waktu itu saya melihat dan akhirnya duduk dalam satu ruang tunggu yang sama bersama sosok yang besar dan sederhana , Emha Ainun Najib.

Baju Koko,tas selempang , rambut ikal dan sandal yang menjadi ciri khasnya. namun mungkin sedikit berbeda dengan Iphone ditangan beliau.

Sosok besar beliau tapi tanpa pengawal atau mungkin cantrik yang menemani , ya itulah mungkin sosok ainun najib. Kalo saya sih tidak perduli dengan pengajian padang mbulan atau apalah yang menjadi produk sosok seorang ainun najib tapi memang tidak salah saya menaruh hormat dan kagum akan sosok beliau dalam berdialektika serta tentunya berlogis dengan kecarutmarutan epistimologi kelimuan serta cara tangkap yang cenderung liar oleh alam reformasi ini.

Mencoba mendekat dan ngobrol dengan santai di ruang tunggu dan beliau dengan sangat akrab juga menyapa dan bercerita dengan bahan disekitar bandara dan tayangan televisi yang waktu itu sih nayangin pertandingan sepakbola liga indonesia.
Dan dari apa yang beliau sampaikan dari melihat tayangan sepekbola itu tanpa membahas pertandingan dan skil permainan namun dari situ beliau mampu bercerita dan meyakinkan saya bahwa “Dik Indonesia itu Kaya Lho..”

Advertisements

About Peninta Dot Com

Belajar untuk menuliskan dengan benar-benar menuliskanya

Posted on July 26, 2013, in catatan Perjalan. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: