coba menelaah dan berguru..

IMG00018Cerita ringan dari kampung bekas kerajaan majapahit disebuah dusun kemantren.. saya adalah bungsu dari empat bersaudara dengan dua kakak laki-laki dan satu perempuan. Dilahirkan dari keluarga bapak yang seorang guru geografi dengan profesinya serta bakat alam seni pranata cara alias master of ceremony perkawinan adat jawa. itulah sebuah potret survival kecil yang menghantarkan sosok rendra harus jungkir balik dalam fase hidupnya.

Apa korelasi dengan judul yang tertulis di peninta kali ini? susah untuk membuka isi kepercayaan dan fokus itu sendiri tentunya. Mulailah kehidupan melihat dengan kakak perempuan yang notabene adalah seorang tuna rungu. belajar mengenai bahasa isyarat dulu adalah hal yang biasa bagiku pun sampai dengan saat ini dimana kakak ipar juga adalah tuna rungu, sebut namanya mas kabul.
pria ini dan kehidupanya sungguh menginspirasi bukan karena keterbatasanya yang harus kita empatikan karena mereka tidak butuh itu. Pernah menjadi kuli,kernet sampai sopir juga dilakukanya dengan sangat serius dan fokus. sampai akhirnya bertemulah dengan sebuah perusahaan perakitan sepeda di daerah wringin anom, perusahaan itu mengakomodir para pekerja tuna rungu dengan ketua regunya adalah orang normal. dari sini mungkin timbul kebosanan dalam membaca tulisan peninta….silahkan bakar rokokmu atau seduh minuman hangatnya kawan.
Taktis…smart dan fokus, itulah komentar dari ketua regu yang bercerita tentang anak buahnya yang hampir 40an penyandang tuna rungu. divisinya adalah divisi terbaik dalam hal output pekerjaan perakitan sepeda pancal kenapa bisa begitu? karyawan tuna rungu mengetahui dengan pasti apa yang harua dikerjakan dan training maksimal lah yang membuat mereka sangat fokus terhadap pekerjaanya sehingga bisa dengan kata lain human robot adalah representasi result produksi. Gerah pasti kita membaca kosakata human robot dunk? eitss jangan salah untuk urusan komunitas dan diversity. Mereka mencontohkan bagaimana berkeluarga dengan para penyandang tuna rungu dan karyawan lainya,kebetulan rumah kami adalah basecamp mereka kalo lagi pengen bercengkrama (saya selalu nimbrung pas ada kesempatan ini karena menarik komunikasi dengan bahasa mereka).

Trust…focus dan diversity dari komunitas tuna rungu adalah guru bagi saya tentang melakukan semua dengan tulus tanpa tendensi dan sibuk mengkoreksi orang lain. always always and always respect for their spirit. Keterbatasan adalah batasan mereka untuk optimal..optimal dalam percaya bahwa kaki dan tangan merekalah yang merubah nasib serta kehidupanya. UMR dan sedikit tambahan pun bisa membuat mereka menabung serta memiliki kendaraan dan tempat tinggal…arrrgghhh selalu emosional saya dalam bercerita tentang mereka jadi kita sudahi saja peninta ini. semoga kita menjadi pribadi yang slalu bersyukur atas apa yang telah sang maha power karuniakan dan tidak pernah terbersit ingin menjadi dirinya yang tempatnya kebenaran berada..

Advertisements

About Peninta Dot Com

Belajar untuk menuliskan dengan benar-benar menuliskanya

Posted on January 19, 2013, in catatan Perjalan, Opini and tagged . Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: