Ketika Sebuah Pagi

ketika sebuah pagi menyuguhkan keindahan sinar matahari yang masih merah matanya dibangunkan oleh rembulan yang akan beranjak ke peraduan , Dingin yang masih bersisa ditengah kehangatan pelukan selimut dan mimpi yang membuat kita berkeringat serta tentunya semangat untuk menatap jauh masa depan yang sangat abstrak untuk kenyataanya namun terbayangkan ketika langkah terjejak.

image

Duri , satu kota yang harus dikunjungi untuk sebuah tanggunga jawab mengamankan semua hati dan lebih tepatnya saya lebih senang berbahasa mengamankan persaudaraan yang telah terjalin. Tidak ada yang istimewa yang ditawarkan oleh kota ini sebenarnya namun pribadi-pribadi yang unik yang kadang mengulik naluri saya berkunjung dan sekedar berbagi gelas kopi dan beberapa bungkus tembakau terbakar. Tidak ada kenyamanan yang didapat untuk menyelesaikan pekerjaan yang menumpuk namun entah mengapa di kota ini seakan-akan pribadi saya dipaksa untuk berhenti sejenak , nolkan kilometer , normalisasikan dan tentunya melihat jalan yang lurus dan berkelok ternyata bisa terurai dengan kemudahan.

Camp ini adalah tempat yang sexy , hot dan romantis bahkan cenderung eksotis bagi saya yang memang seumur hidup hanya menemukan pandangan serupa ketika waktu itu melewati jalan kota kecil norwich , rumah pendek rapi tertata tanpa keruwetan yang ada hanya keheningan dan kedamaian yang terpancar dari sepinya jalan-jalan diantara bangunan dan area hijau. Tapi jujur , menikmati semua itu akan sangat berkesan hanya pada jam dimana matahari dan bulan saling bergantian jadwal tidur.

image

Di kota ini setelah mungkin hampir setahun kah saya tidak benar-benar berhenti dan mengunjungi saudara-saudaraku disini? terhenyak ketika kawan pun begitu jelas mengingat kapan aku benar-benar duduk dan bercengkrama dengan mereka saat kue ulang tahun itu hadir di kantor kecil ini untuk salah satu kawan yang bisa saya bilang rival dalam urusan kesombongan kegantengan dan kemampuan menggocek bola.

Terima kasih untuk telah mengirimkan langkahku ke kota ini , benar-benar ketika ada disini baru saya sadar selama ini telah mengabaikan tanda yang diberikan oleh raga dan pikiran ini untuk berhenti sejenak menjadi pribadi yang terprofesionalkan atau dalam bahasa lain aku pun butuh untuk melakukan kalibrasi terhadap semua yang telah terjadi.

Selamat pagi DURI , selamat pagi menulis dan selamat pagi peninta…ternyata di DURI tinta itu berserak dan aku memilih mengais serta menulisnya.

Advertisements

About Peninta Dot Com

Belajar untuk menuliskan dengan benar-benar menuliskanya

Posted on November 14, 2012, in catatan Perjalan and tagged , , . Bookmark the permalink. 1 Comment.

  1. Komen pertama dimari Capt…Duri masih kalah eksotis daripada kata-katamu ah…
    *selfkeplak

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: