bait luka menepi di kesunyian…

image

terkadang menceritakan dengan kata serta ucapan tidak bisa menggambarkan apa yang sedang dirasakan oleh hati yang teriris dalam tawa dan ketegaran seorang laki-laki.. aku akan bercerita ketika semua huruf tak lagi mewakili.
hembusan sunyi angin laut banyak bercerita dalam potret diam menatap nanar kesimpangsiuran yang mendera..

“Sayup Terdengar Engkau memanggil Namaku..
Manja Kudengar Kau Sebut namaku…
Entah…Sajak Rindu apa yang sedang Kau Nyanyikan
Untukku..Untuk Jiwaku
Reff :
Aku Rindu….hatikupun Rindu
Kusebut Namamu hanya didalam mimpiku…
Tak berani diriku ungkapkan rasa dihatiku
Karena Jujur Hatiku hanya kan menyakiti hatiku..menitikkan airmataku

Dan Kini engkau telah menjadi miliknya
Hati dan Perasaanmu tak lagi untukku
Pedih…Pedih sepedihnya
Harus Kulewati hariku Sendiri
Interlude:
Yang ada hanya sesal
Yang ada hanya kecewa
Yang ada hanya sesal……
Coda :
Kita Berdua begitu dekatnya
Membagi cerita membagi kisah dan tawa
Namun Semuanya kini telah Tiba
Namun Diriku……Tak Kan Rela

Biarlah …hatiku kan selalu menjadi milikmu
Meski hatimu tak kan pernah menjadi milikku…..

Advertisements

About Peninta Dot Com

Belajar untuk menuliskan dengan benar-benar menuliskanya

Posted on August 20, 2012, in catatan Perjalan, Uncategorized. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: