Kaki , pasir , pantai dan jejak…

Seperti pasir yang terbasahkan oleh buih air lut pantai daerah tambang ayam , sekitaran anyer , kaki yang selalu identik dengan jejak langkah sebuah perjalanan pun selalu bisa melakukan penulisan terhadap setiap titik yang sedang dilaluinya. Semudah kaki yang menjejakkan dalam menulis menembus pasir itu untuk menentukan huruf , angka , simbol atau gambar bahkan sebuah titikpun yang akan muncul dalam visual mata yang digerakkan oleh keinginan , niat atau bahkan ambisi sekalipun.

Gambar-gambar usang dari arsip lama menutup sebuah senja hari ini setelah deras hujan mengguyur tanah sore ini. Didalam sebuah kebimbangan dan keterpukulan atas semua yang telah terjadi masih mencoba memungut dan merangkai kembali puing-puing yang tidak untuk dirajut menjadi bentuk semula tapi merangkai kembali menjadi bentuk baru dan abstraksi yang baru sesuai dengan rasa dari hancurnya sisi lain kehidupan yang menjadi konsekuensi untuk memilih jalan hidup.

Menjadi peragu dan penimbang dalam sekian lama waktu berada dalam lingkungan yang menyanggah setiap langkah adalah sebuah hal yang berharga untuk dapat disimpan dalam sebuah kotak mimpi dan perjalanan untuk diingat bukan dilupakan. Dan sebuah kejujuran untuk berkata tentang hidup yang belum kembali normal secara psikis dengan hantaman yang terjadi namun tidak mengurangi rasa syukur tentang masih dijaganya obyektifitas dalam hal yang berhubungan dengan orang lain.

Pelajaran berharga untuk satu rasa yang tak kunjung terpulihkan dan sampai pada saatnya orang terdekatlah yang menguatkan kaki untuk dapat melangkah mengambil sebuah keputusan besar untuk disiapkan. Belajar untuk tidak takut dan berhitung mengenai takdir dan perjalanan hidup ketika usaha , keringat dan langkah ringan tetap terjejak. Belajar untuk menyelami dan berempati terhadap apapun yang terlihat dan terkadang adalah keegoan yang membenturkan dalam proses pemahaman.

Langkahku sudah banyak yang meringankan , sudah banyak uluran tangan , dari orang-orang terdekat , tercinta dan tersayang dan tentunya adalah aku harus menyiapkan kembali untuk tegak menyambut uluran tangan itu. Selamat sore masalalu , selamat senja masa kelam , selamat surup apriori …malam akan segera mengganti dengan persiapan nya menawarkan waktu disepertiganya menyambut senin pagi untuk memberikan energi.

Tidak ada alasan untuk menjadi pribadi yang umum , dan selalu ada alasan menjadi manusia unik bukan freak..have a nice sunday , take our time for tomorrow beautifull monday.

Advertisements

About Peninta Dot Com

Belajar untuk menuliskan dengan benar-benar menuliskanya

Posted on March 11, 2012, in catatan Perjalan. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: